Kampanye di Desa Penarukan, Koster Akui Sudah Buktikan Jaga Adat Budaya dan Alam Bali

WhatsApp Image 2024-11-06 at 01.49.47

Koster menjanjikan jika sudah terpilih, akan meningkatkan anggaran bagi desa adat di seluruh Bali. Dulu di era pertama, bantuan senilai Rp300 juta per desa adat setiap tahun, akan meningkat menjadi minimal Rp350 juta.”Dua puluh lima juta khusus untuk pembinaan yowana atau generasi muda di desa adat. ini penting,” tambahnya.

Yowana ini, kata Koster adalah generasi yang akan melanjutkan dan mewarisi pembangunan Bali kedepan. Mereka akan menjaga dan memperkuat Bali melalui desa adat kedepannya.”Desa adat adalah kunci untuk eksistensi Bali,” ucapnya.

Di Bali, saat ini ada 1500 desa adat, yang sudah terbentuk ribuan tahun silam. Bali masih menjadi daerah yang memiliki desa adat di Indonesia. Karena itulah,kata Koster di era dirinya Desa adat terus diperkuat dan menjadi benteng pertahanan, berjalannya kearifan lokal di Bali.”Jangan main-main dengan desa adat, jangan ada yang mencoba merendahkan desa adat di Bali, Tidak boleh,”tegas Koster. 

Pada periode pertama juga, kata Koster telah memperkuat identitas dan karakter Bali melalui program pembumian produk lokal Bali. Dia menginisiasi penggunaan busana khas Bali pada hari Kamis, purnama dan tilem dan hari-hari tertentu. Penggunaan busana khas Bali seperti endek, tenun songket dan lainnya berdampak besar pada roda pergerakan ekonomi di Bali.”Busana adat Bali itu identitas kita, kepribadian atas budaya kita.  sekarang banyak tumbuh perajin busana adat Bali, jadi ekonominya bergerak.”terang dia.

Bukan hanya busana adat Bali, namun produk lokal lain juga diperkuat seperti  minuman khas Bali yakni arak, garam Bali, anjing ras Kintamani, dan buah-buahan khas Bali. Di hotel-hotel kini sudah banyak memanfaatkan arak Bali sebagai salah satu bahan untuk cocktail.”Jadi saya tidak berwacana, sudah membuktikan.”katanya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top