MANGUPURA-fajarbali.com | Destinasi pariwisata ikonis Pulau Dewata kembali menegaskan komitmennya dalam memadukan keindahan seni, kekayaan warisan budaya, dan gaya hidup modern melalui perhelatan Journey of Wastra. Berlokasi di area terbuka Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, ajang ini sukses memukau para pecinta fesyen serta wisatawan. Acara terpadu ini menyuguhkan pengalaman unik pariwisata berbasis budaya (cultural tourism) yang menggabungkan seminar edukatif, busana kekinian, hingga suasana jamuan makan malam intim (intimate dinner) berlatar pemandangan tepi Pantai Kuta.
Penyelenggaraan acara ini diawali dengan sesi talkshow bertajuk “Wastra for Market Readiness: Adapting Indonesian Wastra to Consumer Trends”. Sesi diskusi ini menelaah secara mendalam bagaimana kesiapan kain tradisional Nusantara untuk beradaptasi dengan tren konsumen modern tanpa merusak nilai-nilai filosofis dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Melalui forum ini, para perajin dan desainer diajak untuk lebih peka terhadap dinamika pasar global, namun tetap memegang teguh identitas serta semangat pelestarian warisan leluhur.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, hadir sebagai keynote speaker utama dan menekankan pentingnya kebangkitan tenun di tengah dominasi batik. Ia mengingatkan agar gerakan ekonomi tidak sampai merusak akar tradisi. "Ketekunan yang merayakan dan berkutat dengan urusan kain tenun terus dijaga karena sudah lama tenun tidak kita angkat, diimpit oleh batik. Jadi, orang berpikir Indonesia itu hanya punya batik, sampai ada hari batik nasional," ungkapnya, Jumat (02/10/2026).









