Berbagai jenis genre musik dupadukan dalam beberapa komposisi, tetap dalam fondasi reggae yakni Lagu Pak Agus dengan pengaruh nuansa latin untuk mengajak pendengar menikmati suasana latin, Lagu Reggae techno yang dikemas dalam nuansa Reggae berbalut techno. Unsur Rock Steady juga sangat kental di lagu Bukan Aku, serta nuansa alam world music ada pada lagu Peteng Di Kintamani.
“Tema tema lagu yang dituangkan dalam lirik pun tetap masih mengangkat isu isu sosial budaya dan asmara kekinian untuk penyampaian pesan. Kami coba untuk berbagi sesederhana mungkin, sehingga mudah dicerna dan bisa di perdalam maupun di perluas oleh pendengar,” imbuhnya.
Diantaranya contoh yang mudah di cerna dan di perdalam makna tertuang dalam beberapa lirik lagu Hak Guna Pakai. Hak Guna Pakai, Hanya berlaku sementara. Hanya berlaku sampai waktunya tiba. “Cuplikan lirik itu memiliki pesan sederhana dari lagu ialah segala yang ada dalam kehidupan ini hanyalah bersifat sementara tidak ada yang kekal, maka dari itu jangan lah takabur jika kita berada di atas atau berlebih, tetaplah membumi,” jelas Joni Agung.
Selain itu, beberapa lagu yang memiliki pesan diantaranya bertajuk Tipu-tipu, Kemerdekaan, dan Hanya Kamu. “Semoga Album yang kami persembahkan ini , tetap bisa menghibur serta bermanfaat bagi para pencinta, dan kami merencanakan untuk melakukan tour promo pengenalan Album ini hingga keluar daerah,” tambahnya.
Dalam waktu dekat ini, Joni Agung & Double T akan tampil di Jawa Barat Reggae Star Festival yang digelar pada Sabtu (29/2) mendatang. Tidak hanya itu, Joni Agung & Double T akan melakukan pengenalan di beberapa kabupaten di Bali.










