Jelang HBKN, Buleleng Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Sutjidra
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab. Buleleng. Ia menyebut Kabupaten Buleleng menjadi daerah pertama di Bali yang menggelar High Level Meeting TPID di tingkat kabupaten/kota setelah pertemuan TPIP pusat dan TPID provinsi.

Menurutnya, pengendalian inflasi di daerah memiliki kontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Inflasi yang tidak terkendali akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Ronald mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN, seperti cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Meski beberapa komoditas dalam kondisi surplus, lonjakan permintaan musiman tetap berpotensi memicu kenaikan harga.

"Berdasarkan data Januari 2026, Buleleng tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar -0,4 persen (month to month). Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pola kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya," pungkasnya.

Melalui forum ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, memastikan inflasi tetap terkendali sehingga stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top