Itekes Dukung Rencana Pembangunan Taman Wreda di Desa Melinggih

ITEKES 1-2bfbbd82

Melihat potensi inilah, Diptayana ingin memberdayakan lansia dalam hal pengembangan pariwisata budaya. “Kalau sudah ada (taman wreda) kami akan pentaskan tari-tarian, tetabuhan yang semuanya lansia dengan pakaian klasik tempo dulu,” terangnya.

Ia optimis gagasan itu akan disambut baik wisatawan dan penikmat seni lokal karena ada nilai nostalgia di dalamnya. Selain itu, taman wreda juga digunakan untuk menjual produk kerajinan lansia dan bercengkrama.

Selama ini, masih menurutnya, kinerja kader LLT sudah sangat maksimal dalam melayani para lansia terutama yang level tiga. “Waktu ini ada lansia level tiga yang sakit, kami jemput dan bawa ke rumah sakit, sampai dapat penanganan medis kami antar pulang. Begitu juga lansia yang kurang mampu kami fasilitasi bedah rumah dan bantuan sosial ke dinas terkait,” ujarnya.

Sehingga, ia berpendapat, penanganan lansia memerlukan sinergitas semua pihak termasuk kalangan akademisi Itekes Bali.

Dalam PKL ini, perbekel berharap, hal pertama yang digarap adalah pemutakhiran data lansia. Sebab, dua tahun berlalu pasti ada perubahan data, entah meninggal dan lansia baru (masuk usia 60 tahun).

Atas nama Pemerintah Desa Melinggih dan masyarakat, Diptayana mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya untuk Rektor Itekes Bali yang juga Konsultan Nasional Program Keperawatan Gerontik Lansia I Gede Putu Darma Suyasa, dosen dan para mahasiswa yang memilih Desa Melinggih sebagai tempat PKL.

Menganggapi hal tersebut, Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., P.hD., mengaku mendukung penuh gagasan perbekel. Kedatangan civitas akademikanya memang bertujuan membangun kolaborasi untuk  mendeteksi kesehatan lansia mau pun keluarga.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top