Penyaluran bantuan menyasar titik-titik krusial, seperti Dusun Leda Desa Pangga (Kolang) untuk 23 keluarga pengungsi mandiri yang rumahnya rusak parah, serta Desa Golo Mori bagi 12 warga terdampak. Jalur distribusi memanfaatkan jaringan transportasi terpadu, mulai dari layanan Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Maumere via moda laut PT PELNI, hingga pengiriman udara cepat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) lapangan di wilayah NTT. ITDC berkolaborasi dengan Satgas BUMN Peduli melalui BRI serta Posko Bencana Labuan Bajo guna memastikan pendistribusian berjalan efisien. Tim ITDC turut terjun langsung melakukan survei kondisi lapangan di kawasan Ring 1 Golo Mori, Manggarai Barat, untuk mengidentifikasi kebutuhan ril warga lokal secara langsung.
Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa sinergi antar-lembaga merupakan kunci utama agar penyaluran bantuan berjalan secara efektif tanpa ada tumpang tindih.
“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ungkapnya.
Selain mobilisasi logistik internal, InJourney Group juga membuka ruang partisipasi publik untuk menggalang solidaritas nasional. Memanfaatkan momentum pertunjukan kesenian rakyat HUT ke-81 RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026, kanal donasi resmi dibuka bekerja sama dengan BRI. Seluruh bantuan yang terkumpul diarahkan langsung untuk mendukung proses pemulihan serta rehabilitasi pemukiman warga terdampak bencana di NTT secara berkelanjutan. (M-001)










