Ini Pesan Presiden Jokowi Kepada Rakyat Bali

“Patut kita bersyukur untuk Bali, target yang ditetapkan Bali merupakan propinsi yang pertama tahun ini seluruh masyarakat sudah bisa memegang sertifikat,” ungkapnya.

Hal ini, salah satu tujuannya untuk menghindari konflik di masyarakat akibat status kepemilikan tanah. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta, sertifikat tanah yang telah dibagikan agar disimpan dengan baik. Pihaknya meminta sertifikat tersebut dipotocopy. Sebab, jika hilangnya aslinya, bisa menggunakan potocopyan agar lebih mudah pengurusannya.

“Ini barang penting. Ini bukti hukum atas tanah yang dimiliki, oleh sebab itu maka harus disimpan dengan baik,” tegasnya. Selain itu, Presiden juga mengingatkan, kebiasaan masyarakat  kalau sudah megang sertifikat tanah dikhawatirkan akan ‘disekolahkan’ (digadaikan-red).

“Kalau memang terpaksa disekolahkan juga ga apa. Asalkan jangan sampai dijual,” pintanya. Kalau untuk jaminan atau anggunan di bank tidak apa-apa, untuk usaha produktif atau modal kerja atau investasi dengan catatan mencari bunga bank yang murah misalnya KUR. “Biasanya orang kita kebanyakan setelah dapat uang, dipakai untuk barang konsumtif dan gagah-gagahan. Karena itu, saya titip kalau minjam ke bank dikalkulasi, bisa ngangsur gak. Kalau tidak bisa jangan dipaksakan,” sarannya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak sejumlah masyarakat melakukan dialog interaktif.

Usai acara di Bangli, selanjutnya sesuai agenda Presiden Jokowi akan melakukan sholat jumat di Masjid Agung Al-a La di kabupaten Gianyar dan Sabtu besok dijadwalkan membuka event tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) di Renon, Denpasar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top