Implementasikan Teknologi Berbasis Digital dan Bioflok Budidaya Lele, Fokus Kelompok 3 KAT UNR

Permasalahan yang sangat mendasar dalam budidaya ikan lele yang dilakukan peternak ikan lele adalah penggunaan air yang banyak dan air buangan hasil budidaya yang dibuang ke lingkungan yang banyak mengandung amoniak dan nitrogen sebagai hasil perombakan protein dan asam amino dari sisa pakan dan feses ikan lele.

Pengabdian Kelompok 3 KAT UNR di Banjar Gegadon, Mengwi, Badung.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Pemberdayaan budidaya ikan lele dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Kelompok 3 Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT), Universitas Ngurah Rai (UNR). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan sistem budidaya ikan lele menggunakan Bioflok.

Permasalahan yang sangat mendasar dalam budidaya ikan lele yang dilakukan peternak ikan lele adalah penggunaan air yang banyak dan air buangan hasil budidaya yang dibuang ke lingkungan yang banyak mengandung amoniak dan nitrogen sebagai hasil perombakan protein dan asam amino dari sisa pakan dan feses ikan lele.

Metode konvesional yang dilakukan oleh peternak ikan lele membuang air kolam setiap minggu yang banyak mengandung amoniak dan nitrogen ke lingkungan, sehingga memberikan dampak lingkungan disekitar budidaya ikan lele.

Pelaku usaha yang bergerak di bidang budidaya lele di desa Mengwi memang sudah ada, tapi masih sedikit dan masih bersifat konvensional dalam aspek budidayanya, padahal prospeknya sangat bagus untuk dijadikan sebagai sebuah peluang usaha bagi masyarakat.

Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari UNR dengan mitra, Kelompok Pembudidaya Ikan Lele yang ada di Desa Mengwi, dalam rangka untuk budidaya lele dengan teknologi sistem bioflok.

Permasalahan Mitra Kelompok Pembudidaya Ikan Lele “PENDUL E” berupa masih terbatasnya modal yang dimiliki pembudidaya  untuk memulai usaha budidaya lele, sarana dan prasarana yang terbatas, pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Serta tingkat kreatifitas dalam memanfaatkan secara efesien lahan  untuk pembudidayaan lele serta kebiasaan atau pola pikir yang ada pada masyarakat sangat sulit untuk diubah, serta kurang tanggap terhadap berbagai perubahan  terutama dalam alih teknologi dan inovasi.

Salah satu solusi yang diberikan Tim PKM yakni sosialisasi terkait pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, penggunaan teknologi dalam pemasaran berbasis digital serta penyusunan laporan keuangan.

Hasil PKM yang dilakukan oleh Kelompok 3 dengan dosen pembimbing Ir. I Made Kariyana, ST.,MT, Ni Nyoman Sudiyani, SE.,MM,Ak, Kadek Ary Purnama Dewi.,SH.,MH serta Ni Putu Yuliana Ria Sawitri, SE., MM menunjukkan sosialisasi dan pendampingan tentunya akan memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung bagi sektor sosial dan juga sektor ekonomi masyarakat khususnya warga banjar Gegadon, Mengwi, Badung.

Dengan adanya pengolahan budidaya lele dengan sistem bioflock dapat meningkatkan pendampatan paling tidak 10% pada tahun berikutnya.

Penambahan usaha yang dikelola juga berdampak pada sektor sosial masyarakat, dimana penambahan tenaga karyawan yang direkrut dalam mengelola usaha tersebut, sehingga membuka peluang usaha bagi warga setempat.

Kelihan Banjar Gegadon, I Ketut Sutha menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM Kelompok 3 KAT UNR karena telah memilih Banjar Gegadon sebagai tempat menuangkan aspirasi dan membagi ilmu pengetahuan kepada Masyarakat di Linkungan Banjar Gegadon.

“Harapan kami tentunya agar Universitas Ngurah Rai menjalin hubungan baik dan dapat kembali datang ke Banjar Gegadon dengan ilmu dan pengalaman yang dapat disalurkan dan diimplementasikan guna pengembangan Banjar Gegadon,” kata Sutha. (rl/gde).

Next Post

Peringati Hari Ikan, Aruna Ajak Masyarakat Untuk Rajin Konsumsi Ikan

Sen Nov 21 , 2022
Rangkaian kegiatan dalam acara tersebut berupa pameran, seminar, kompetisi memasak, dan live cooking demo.
FIna-6e9a6f07