Hindari Jadi “Budak Mesin”, Jurnalis Diajak Biijak Manfaatkan AI untuk Cek Fakta

IMG-20260905-WA0021
Emanuel Dewata Oja, salah satu narasumber pelatihan "Pemanfaatan Akal Imitasi (AI) untuk Cek Fakta Menjaga Kepercayaan Publik", dalam sesi tanya-jawab. [foto: IGA. Adnyana]

*Penggunaan kecerdasan buatan telah diatur dalam Peraturan Dewan Pers No: 1/Peraturan-DP/I/2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik. 

*Jurnalis tidak boleh menjadi budak mesin. Karena satu karya jurnalistik bersinggungan dengan banyak rezim hukum, maka harus berhati-hati. 

DENPASAR-fajarbali.com | Radar Bali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas jurnalistik bertajuk, "Pemanfaatan Akal Imitasi (AI) untuk Cek Fakta Menjaga Kepercayaan Publik" di Quest Hotel, Denpasar, Sabtu (5/9). 

Kegiatan yang diikuti puluhan awak media multi platform, dipandang penting di era disrupsi informasi. Sebab jurnalis harus menjadi penjernih dalam menyebarkan berita yang akurat kepada masyarakat. Sadar akan hal tersebut, 

Melalui pelatihan ini, para jurnalis diajak untuk lebih peka terhadap perkembangan zaman dan siap menghadapi kemajuan teknologi yang pesat.

Ketua Panitia sekaligus Pemimpin Redaksi radarbali.id, Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa adaptasi dan transformasi sangat diperlukan bagi insan pers. 

"Seperti di Tiongkok yang sudah menggunakan AI, tapi tidak sepenuhnya menggantungkan diri pada teknologi tersebut. Kalau bicara ilmu jurnalistik, baik tingkat dasar maupun lanjutan, intinya adalah bagaimana kita beradaptasi dengan perubahan zaman dari era konvensional, digital, hingga AI saat ini," jelas Ridwan.

Pelatihan tingkat lanjut (high level) ini diikuti oleh jurnalis dari berbagai platform media, mulai dari cetak, online, televisi, hingga radio. 

Ridwan yang juga bertindak sebagai moderator menghadirkan dua praktisi media sebagai narasumber, yakni Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Emanuel Dewata Oja, dan Wakil Direktur Jawa Pos Radar Bali, Ibnu Yulianto. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top