HEBOH !! Bankir Asal Singapura Mengaku Disekap Pemilik Hotel Dreamsee Bali Selama 6 Hari


"Klien saya (Rukesh) disekap di kamar itu dengan pintu terkunci dari luar selama 6 hari," ujar Reydi Nobel, Minggu (23/8/2020). 


Selama dalam penyekapan, Rukesh hanya diberi makan sehari dua kali. Sehingga kondisi fisik korban lemah. "Gara-gara kasus ini orangtuanya di Singapura ikut shock dan masuk rumah sakit," terangnya. 


Memasuki hari ke lima, tepatnya 18 Agustus 2020 sekitar pukul 15.00 Wita, Rukesh dikeluarkan dari dalam kamar penyekapan dan dibawa ke sebuah lokasi yang tak jauh dari Polsek Kuta Selatan. Disana, Rukesh kembali dipaksa menyerahkan sejumlah uang namun kali ini harganya turun jadi Rp 200 juta. 


"Klien saya merasa tidak pernah ada kerjasama sehingga menolak permintaan terlapor," ungkap pengacara ini. 


Gagal memeras korban, Rukesh kembali dimasukmam ke kamar hotel Dreamsee Bali di lantai bawah. Lalu, pada Rabu 19 Agustus sekitar pukul 10.00 wita, terlapor dan satu orang temannya kembali meminta uang sebesar 200 juta. 


Karena tidak tahan dengan siksaan penyekapan, korban menjanjikan akan membayar 150 juta. "Korban menjanjikan karena ketakutan. Dia sudah tidak tahan ditekan terus," terang Reydi Nobel. 


Dalam sebuah kesempatan, Rukesh berhasil keluar dari kamar dan melaporkan kasusnya ke Polsek Kuta Selatan. Sementara itu Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. "Masih didalami," ujarnya ke wartawan, Minggu (23/8/2020). (hen) 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top