BULELENG-fajarbali | Upaya yang dilakukan tim pencarian korban bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar hingga hari ketujuh pencarian hasilnya masih nihil. Dari empat korban dimana tiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu warga bernama Putu Wini (17) belum diketahui secara pasti.
Pencarian hingga hari ketujuh akhirnya tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri serta ditambah dengan kekutan steak order terkait akhirnya pencarian dihentikan dengan hasil nihil. Tiga orang yang ditemukan dengan kondisi meninggal dunia yakni Dewa Ketut Adi Suarjana (55) asal dusun Santal, Komang Suci (44) dan anaknya Kadek Wahyu Gunawan (12) berasal dari Dusun Ambengan.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026) sore kemarin dirinya menuturkan bahwa selama tujuh hari tim SAR telah melakukan berbagai upaya pencarian secara maksimal, baik di darat maupun di perairan hingga melakukan pencarian menggunakan alat berat yang merupakan bantuan dari PUTR Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, tim SAR telah melakukan penyisiran di darat hingga ke muara sungai serta melakukan pencarian di laut hingga wilayah Temukus dan perairan Seririt. Selain itu, tim juga mengerahkan alat berat untuk membongkar tumpukan material dan sampah yang cukup tebal di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.
“Dari pelaksanaan pencarian dimana dari empat orang yang dinyatakan hilang tiga diantaranya telah ditemukan dan satu orang belum diketahui. Di darat sempat tercium aroma kurang sedap yang diduga berasal dari jenazah. Namun setelah dilakukan pembongkaran dengan alat berat, hasilnya nihil,” ujarnya.
Donny menambahkan, sejak awal proses pencarian tim SAR juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca yang kurang mendukung serta banyaknya tumpukan sampah dan material yang terbawa banjir bandang. Meski operasi pencarian resmi ditutup pada hari ketujuh, pihak SAR tetap akan melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan setempat.
“Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa pencarian dihentikan. Namun kami tetap memantau. Jika ada informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka pencarian bisa kembali dilakukan,” jelasnya.
Pihak SAR juga telah meminta masyarakat maupun nelayan di sekitar wilayah pesisir untuk segera melaporkan apabila menemukan jenazah atau tanda-tanda yang mengarah pada korban yang masih hilang tersebut. @gus









