Dalam hal ini, pihaknya juga meminta peran aktif pedagang untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap pedagang yang membandel tersebut. "Nama-nama pedagang yang sudah mengantongi suket rapid test non reaktif dan pedagang yang membandel belum mau dirapid test telah terdata. Kami juga meminta pedagang untuk ikut berpartisipasi jika diketahui ada pedagang yang tidak ikut rapid test namun tetap berjualan bisa disampaikan ke petugas agar nanti petugas turun menindaklanjuti. Ini demi keselamatan kita bersama “ujarnya.
Selain itu terkait pengaturan keluar masuk pasar, dijelaskan, untuk di sebelah Selatan dan Utara Pasar akan dibuat sekat sehingga praktis hanya bisa dilalui sepeda motor. "Dengan dibuat sekat pedagang bermobil tidak bisa lagi berjualan baik di Selatan atau di Utara pasar. Disamping itu pintu masuk pasar nantinya akan ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh," bebernya. Tindak lanjut dari itu, pihaknya telah menyiapkan lima buah alat termoscan, dengan rincian empat untuk dipintu masuk dan satu lagi untuk kontrol bagi yang lolos pengecekan. " Penerapan akan kita mulai hari Jumat besok (17/7-hari ini-red). Sambil berjalan tentu akan dilakukan evaluasi agar kekurangan maupun kelemahan system yang dilakukan bisa kita sempurnakan lagi,” pungkas Gunawan. (arw)










