BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Berbagai persiapan telah dilakukan Dinas Perinduatrian dan Perdagangan (Disperindag) jelang dibukanya kembali Pasar Kidul, Bangli, pasca ditutup selama 3 hari akibat banyaknya pedagang terpapar Covid-19. Selain telah intens melakukan penyemprotan, Disperindag juga merencanakan pengaturan pintu masuk dan keluar pengunjung pasar saat dibuka kembali mulai besok, Jumat (17/07/2020) hari ini.
Hal tersebut disampaikan Kadisperindag Bangli I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi Kamis(16/7/2020) . Terkait dengan rencana tersebut, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pengelola Pasar Kidul terkait pembatasan pedagang yang berjualan. Dimana, sesuai perintah Bupati kapasitas pasar akan dikurangi 50 % dan pedagang yang berjualan akan digilir setiap hari. "Penataan dan pembatasan itu kita lakukan, agar jarak antar pedagang bisa diatur sesuai ketentuan protokol kesehatan untuk bisa memutus rantai penyebaran corona di Pasar Kidul," ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga kembali mempertegas dalam pertemuan itu telah disepakati pedagang yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan rapid test non reaktif dilarang berjualan. Dalam hal ini, sesuai catatan Disperindag mengacu rapid test massal yang telah dilakukan sebelumnya, dari 815 total pedagang pasar Kidul, saat itu baru sebanyak 575 yang ikut pemeriksaan cepat tersebut. Dengan kata lain, sedikitnya hampir 250 pedagang tidak bisa berjualan ditambah lagi yang menjalani karantina. "Dengan total jumlah pedagang 800 orang dikurangi dengan pedagang yang bandel tidak mau mengikuti rapid test serta ditambah dengan pedagang yang menjalani karantina maka pengurangan kapasitas pedagang bisa dilakukan, jelasnya.










