Tahun ini, tahap awal diikuti puluhan pasangan, kemudian terus dikerucutkan hingga menjadi lima pasangan saat grand final.
"Tema acara ini Yowana Atma Garutmaniva, yang memiliki arti seorang remaja memiliki jiwa seperti burung elang, yakni, kuat, berani, dan bebas," kata Drajat.
Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada penyelenggara karena dapat secara konsisten menggelar even tahunan ini. Para peserta diharapkan memiliki karakter yang sama seperti elang sehingga dapat bersaing baik di dalam maupun luar kampus.
Prof. Suarta berpandangan kegiatan ini adalah program yang bertujuan untuk membangun kesadaran remaja tentang pentingnya perencanaan masa depan, terutama dalam aspek pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Program ini sering dikaitkan dengan upaya pencegahan pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
Rektor merinci setidaknya ada tujuh manfaat GenRe. Pertama, meningkatkan kesadaran akan perencanaan masa depan, membantu remaja memahami pentingnya pendidikan dan karier sebelum menikah, endorong remaja untuk memiliki visi dan tujuan hidup yang jelas.
Kedua, untuk mencegah pernikahan dini dan kehamilan tidak direncanakan. "Edukasi tentang kesehatan reproduksi membantu remaja memahami risiko pernikahan dini dan kehamilan di usia muda. Mengurangi angka pernikahan dini yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak," jelasnya.
Manfaat ketiga, masih mata rektor, yakni untuk mencegah seks bebas dan penyakit menular seksual, karena salah satu penekannya adalah pemahaman tentang bahaya seks bebas dan pentingnya menjaga diri sehingga mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS.










