Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, dan sejumlah tokoh. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster mengingatkan partai politik agar tidak terjebak pada politik sensasi dan popularitas semata. Menurutnya, partai politik harus tetap menjalankan fungsi pendidikan politik, memperkuat kaderisasi, serta menjadi pengawal kepentingan rakyat.
Ia menegaskan, politik tidak boleh kehilangan substansi hanya karena mengejar sensasi. Partai politik tidak boleh larut dalam kompetisi elektoral semata, tetapi harus menjadi institusi pendidikan politik, penguatan kaderisasi, dan pengawal kepentingan rakyat.
Koster juga mengajak seluruh partai politik di Bali menjaga demokrasi yang beretika dan berbudaya dengan mengedepankan nilai-nilai harmoni, gotong royong, serta musyawarah.
"Pembangunan Bali harus tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (gde)










