Hanura Bertekad Kembalikan Kejayaan, Pasang Target Realistis di Pemilu 2029

IMG-20260803-WA0008
Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Hanura se-Bali, di Denpasar, Sabtu (2/8/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Dengan semangat baru, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), optimis menghadapi Pemilu 2029. Hal itu mengemuka di sela pelantikan serentak Pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Bali dan DPC Partai Hanura se-Bali, di Denpasar, Minggu (2/8/2026).

Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Gde Wirajaya Wisna mengatakan, Hanura Bali kini memasang target optimistis dan realistis untuk mengamankan total 36 kursi di tingkat DPRD Kabupaten/Kota se-Bali dan provinsi, serta merebut 1 kursi untuk DPR RI. Semangat ini untuk mengembalikan kejayaan setelah perolehan kursi legislatif menyusut di Pemilu 2024. 

Menurut Wirajaya, pelantikan pengurus 2025-2030 yang dirangkai dengan rapat kerja daerah ini, menjadi momentum konsolidasi organisasi. Sekaligus penguatan mesin partai menghadapi verifikasi partai politik dan Pemilu 2029. 

"Pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal memperkuat organisasi hingga tingkat bawah. Kami ingin memastikan Hanura Bali memiliki fondasi organisasi yang kuat. Yang lebih penting, Hanura harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wirajaya juga memperkenalkan logo baru Partai Hanura bergambar Singa yang ditetapkan DPP. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian simbol, tetapi menjadi semangat baru yang mencerminkan keberanian, kepemimpinan, ketegasan, dan integritas seluruh kader. 

"Hanura Bali siap menjadi mitra konstruktif Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat," pungkasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Parice Rio Capella menegaskan pelantikan menjadi awal kebangkitan Hanura melalui konsolidasi organisasi secara nasional. Menurutnya, DPP telah melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perubahan identitas partai dengan logo baru bergambar Singa sebagai simbol semangat baru menghadapi Pemilu 2029.

BACA JUGA:  Semprot Satpol PP, Dewan Badung Minta Tegas Terkait Jalur Hijau

Dirinya berpendapat, Hanura masih memiliki energi besar. Menjelang 2029 pihaknya melakukan konsolidasi di seluruh Indonesia, mengganti lambang menjadi Singa sebagai simbol semangat baru untuk bertarung pada pemilu mendatang.

Rio Capella berharap Hanura Bali tidak hanya hadir sebagai peserta pemilu, tetapi juga mampu melahirkan gagasan besar bagi pembangunan Pulau Dewata. 

"Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia sehingga seluruh partai politik memiliki tanggung jawab bersama menjaga pembangunan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat," kata Rio Capella. 

Kepengurusan DPD Partai Hanura Provinsi Bali terdiri dari Dewan Penasehat diketuai Ida Bagus Kiana. Dewan Pakar diketuai Nengah Renaya. Pengurus Harian Ketua I Gede Wirajaya Wisna, Sekretaris I Wayan Buda Parwatha dan Bendahara Megawati. Serta dilengkapi kordinator daerah.

Sementara untuk Ketua DPC masing-masing kabupaten/kota yakni Tabanan I Nyoman Suarja, Karangasem I Nyoman Ginantra Artana, Klungkung Gede Narayana Putra Mahardhika, Jembrana I Gede Agus Sanjaya, Badung I Wayan Witama, Bangli I Made Putra Laksana, Buleleng Wayan Teren, Denpasar Tonny Kushartanto Susanto Sahertian, dan Gianyar Ida Bagus Putu Sudiarta.

Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, dan sejumlah tokoh. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster mengingatkan partai politik agar tidak terjebak pada politik sensasi dan popularitas semata. Menurutnya, partai politik harus tetap menjalankan fungsi pendidikan politik, memperkuat kaderisasi, serta menjadi pengawal kepentingan rakyat.

Ia menegaskan, politik tidak boleh kehilangan substansi hanya karena mengejar sensasi. Partai politik tidak boleh larut dalam kompetisi elektoral semata, tetapi harus menjadi institusi pendidikan politik, penguatan kaderisasi, dan pengawal kepentingan rakyat.

Koster juga mengajak seluruh partai politik di Bali menjaga demokrasi yang beretika dan berbudaya dengan mengedepankan nilai-nilai harmoni, gotong royong, serta musyawarah. 

BACA JUGA:  Pilkada Serentak, Buleleng Miliki 381 TPS Rawan

"Pembangunan Bali harus tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top