Dewi Satriani, Human Resource & Community Investment Officer, Prudential Indonesia, mengatakan, Sekolah adalah tempat yang sangat vital untuk mempersiapkan generasi yang siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Prudential Indonesia senantiasa mendukung upaya pemerintah untuk melatih para tenaga pendidik serta para pelajar dalam menghadapi risiko bencana, baik yang disebabkan oleh alam maupun non-alam," ujarnya.
Kolaborasi ini, lanjut dia adalah bentuk dari komitmen kami untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi perlindungan keuangan dan kesehatan yang mudah diakses, termasuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dalam mendukung keselamatan dan keamanan di lingkungan pendidikan agar masyarakat sejahtera dan maju.
"Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), hingga September 2023, sebanyak 62.000 sekolah dan lebih dari 12 juta murid telah terdampak oleh bencana yang terjadi di Indonesia," lanjutnya.
Dikatakan pula, meskipun sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, pada kenyataannya sekolah justru menjadi lingkungan yang rentan dan beresiko bagi keselamatan dan keamanan peserta didik. Selain itu, pada 2019, Kemendikbudristek juga mencatat bahwa sebanyak 52.902 sekolah berada di wilayah rawan gempa, 54.080 di wilayah rawan banjir, dan 15.597 berada di wilayah rawan longsor di Indonesia.
Sementara it Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang diwakilkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin dalam acara peluncuran program Provinsi Model SPAB hari ini menjelaskan, provinsi Bali merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, dan hampir seluruh sekolah di provinsi Bali berada di area rawan bencana.










