Saat ini, data menunjukkan bahwa banyak berita bohong dan disinformasi di Indonesia yang mengarah pada Covid-19 dan program vaksinasi. Terhitung sejak Januari 2020 hingga 23 Mei 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam laporannya mengungkap setidaknya terdapat 1.587 berita bohong terkait penyebaran Covid-19 yang ditemukan di media sosial. Ada beberapa kasus yang mencuri perhatian masyarakat, salah satunya disinformasi mengenai brand terkemuka penyedia vaksin Covid-19 yang menyebabkan reputasi brand tersebut diragukan dan membuat masyarakat menolak untuk vaksinasi.
“Hoaks biasanya disebarkan melalui platform media sosial untuk menciptakan respon emosional, terutama ketakutan dan kebencian, serta memecah belah pendapat publik,” tutur Diah Andrini Dewi, Account Director Vero Indonesia. “Saat ini kita melihat bahwa banyak orang di Indonesia yang enggan untuk divaksinasi akibat disinformasi seputar pembuatan vaksin dan teori konspirasi terkait vaksin. Tidak hanya itu, ada banyak zona risiko lainnnya yang rentan serangan disinformasi sehingga penting bagi para pemimpin bisnis untuk melindungi perusahaan mereka terhadap bahaya disinformasi.”
Selain membahas tentang ancaman disinformasi, PR Playbook ini juga menawarkan beberapa saran untuk brand dalam mempersiapkan dan meminimalisir dampak serangan disinformasi. Langkah tersebut antara lain menempatkan tim tanggap krisis, meninjau zona risiko yang rentan, membuat daftar kata kunci untuk social listening, membangun kepercayaan dengan komunikasi secara konsisten dan transparan, mengelola kanal media yang dimiliki (owned media), mempersiapkan metode sanggah berita bohong, dan memanfaatkan platform media sosial untuk menghadapi informasi bohong.










