Hadapi Ancaman Disinformasi di Masa Krisis Covid-19, Vero ASEAN Luncurkan PR Playbook Bagi Pelaku Bisnis

JAKARTA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Bisnis di Indonesia, sebagaimana di seluruh dunia, rentan terhadap risiko tindak kejahatan yang memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan berita bohong dan disinformasi. Untuk itu, penting bagi brand dan para pemimpin bisnis di Indonesia untuk bergerak cepat menghalau potensi krisis sebelum disinformasi mengancam reputasi perusahaan, merusak sentimen pasar, atau mengganggu kinerja dan operasional bisnis.

Beranjak dari hal tersebut, Vero ASEAN, agensi PR dan digital terkemuka di ASEAN, meluncurkan PR playbook guna membantu pemimpin bisnis dan brand untuk menghadapi ancaman berita bohong yang dapat merusak keberlangsungan usaha dan bisnis.

 

PR Playbook, yang dapat diunduh di situs web Vero, dokumen tersebut merupakan panduan untuk mengidentifikasi berbagai dampak buruk yang diakibatkan oleh serangan berita bohong dan disinformasi sekaligus memberikan solusi praktis sebagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dan pelaku bisnis. Pedoman ini menawarkan analisis yang mencakup tiga zona risiko utama, yakni zona disinformasi yang terkait dengan brand, zona disinformasi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis perusahaan, dan zona disinformasi yang berhubungan dengan personil perusahaan.

 

“Kita berada di era disinformasi, dimana pelaku kejahatan seringkali diuntungkan dalam berbagai situasi,” ungkap Managing Director Vero, Brian Griffin. “Tidak mungkin untuk menghentikan serangan disinformasi sepenuhnya, untuk itu para pemimpin bisnis dan brand harus mengambil pendekatan proaktif untuk mengelola situasi ini. Melakukan pemantauan yang cermat terhadap percakapan online dan berkomunikasi secara efektif, membangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan merupakan langkah preventif yang bisa dilakukan dalam menghadapi serangan semacam ini.”

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top