Gubernur yang sebelumnya menjabat anggota DPR RI tiga periode ini juga memanfaatkan momen tersebut untuk memaparkan secara detail visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang sedang dilaksanakan Pemprov Bali. Dengan tujuan Majelis Sinode bisa menjadi wadah untuk memberikan pemahaman kepada umatnya serta mengintegrasikan dengan program – program yang akan dilaksanakan ke depan sehingga bisa mendukung upaya pemerintah mewujudkan kemajuan masyarakat Bali.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet ysng menyampaikan harapannya agar Sinode Gereja Protestan bisa berjalan aman, berhasil memilih Majelia Sinode, Dewan Pertimbangan dan Badan Pengawasan Perbendaharaan yang amanah serta bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umatnya dan masyarakat Bali secara umum.
“Saya selaku pembina kerukunan umat beragama sangat berharap agar nanti Bishop dan pengurus yang terpilih selalu membina dan menuntun umat Kristen untuk menjadi umat Kristen yang sebaik-baiknya sebagai umat, sebaik-baiknya selaku warga Bali yang siap membangun Bali dan mendukung pemerintah, menjadi warga yang baik yang taat pada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan RI. Semoga Majelis Sinode bisa menjadi media untuk membina kerukunan keadilan dan persatuan baik inter dan antarumat beragama,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Sinode ke-47 Luh Suartini dalam laporannya menyampaikan sinode dilaksanakan tiap 4 tahun sekali, kemudian dibagi lagi periode tiap 2 tahun sekali untuk evaluasi program yang sudah dilaksanakan 2 tahun kebelakang dan yang akan dilaksanakan 2 tahun ke depan.










