Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat yang langsung disampaikan Presiden RI Ir. Joko Widodo kepada Gubernur Koster saat diundang ke Istana Negara, dan saat ini sedang digalakkan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia yang masih memiliki kekuatan adat.
Tak hanya keberhasilan tindakan pencegahan yang melibatkan peran desa adat, Gubernur Koster juga menyampaikan keberhasilan penanganan bagi pasien yang terinfeksi Covid – 19. Melalui satu riset berbahan dasar arak lokal yang digagas olehnya, para pasien yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona mampu dipulihkan dalam waktu yang relatif sangat singkat dibandingkan metode standar yang menggunakan peningkatan antibodi pasien.
“Melalui teknik ini, prosentase penyembuhan pasien terus meningkat. Saat ini hanya tersisa kurang lebih sekitar 500 pasien yang masih dirawat, baik dirawat di RS bagi yang sakit maupun cukup karantina bagi yang kondisinya sehat. Pasien cukup diterapi tuga kali sehari, dan saat dilakukan uji Swab pada hari ketiga sudah dinyatakan negatif. Namun sayangnya izin edar penemuan riset ini belum keluar, jadi kita baru bisa menerapkan terapi ini hanya kepada pasien yang dikarantina. Sedangkan pada pasien yang dirawat di RS belum bisa, karena RS memiliki standar pelayanan yang tidak memperbolehkan terapi yang belum memiliki izin edar. Namun saya sudah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar uji klinis riset ini bisa dipercepat agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.










