Kegiatan "Green Journey The Nusa Dua" juga secara langsung berkontribusi pada upaya ketahanan pangan lokal. Dengan mendukung praktik pertanian organik dan pemberdayaan Kelompok Tani Kedisan Mandiri, ITDC membantu memastikan ketersediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Pertanian organik meminimalkan penggunaan bahan kimia berbahaya, yang tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga untuk kesehatan konsumen. Sapi-sapi yang disumbangkan akan membantu produksi pupuk kompos, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan menciptakan siklus nutrisi yang lebih alami dalam ekosistem pertanian. Ini adalah contoh nyata bagaimana sektor pariwisata dapat berperan aktif dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di suatu wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dan kolaborasi luar biasa dari Kelompok Tani Kedisan Mandiri. Harapan kami, melalui kegiatan ini, harmoni antara sektor pariwisata dan pertanian berkelanjutan dapat terus ditingkatkan. Ke depan, ITDC dan Kelompok Tani Kedisan Mandiri bertekad untuk terus menjalin hubungan dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama konkret untuk pengembangan pertanian organik, membuktikan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci menuju Bali yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkas Agus Dwiatmika. (M-001)










