Agus Dwiatmika menambahkan, “Green Journey The Nusa Dua” sendiri merupakan bentuk apresiasi dan silaturahmi ITDC kepada para sahabat media atas dukungan dan peran aktif mereka dalam menyebarkan berbagai informasi positif terkait kawasan The Nusa Dua. “Namun, lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian krusial dari komitmen ITDC dalam mendorong praktik green tourism dan pembangunan berkelanjutan di Bali melalui kolaborasi nyata dengan komunitas lokal, menunjukkan bahwa pariwisata dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Dalam kesempatan istimewa ini, para peserta diajak untuk langsung merasakan pengalaman menanam padi secara organik. Mereka menyusuri persawahan hijau yang asri, merasakan langsung tanah dan air yang menjadi sumber kehidupan, serta memahami filosofi dan semangat keberlanjutan yang diusung oleh para petani Kedisan. Pengalaman langsung ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana makanan kita sampai ke meja makan, dan betapa pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kegiatan ini semakin meriah dengan penyajian hidangan tradisional khas Kedisan yang disiapkan dengan penuh cinta oleh ibu-ibu kelompok tani. Aroma masakan rumahan yang lezat berpadu dengan suasana pedesaan yang menenangkan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Pembagian doorprize juga turut memeriahkan suasana, menjadi bentuk apresiasi tambahan kepada para peserta yang telah meluangkan waktu berharga mereka.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen yang telah diutarakan, ITDC memberikan bantuan konkret berupa dua ekor sapi kepada Kelompok Tani Kedisan Mandiri. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembuatan pupuk kompos, yang sangat esensial untuk mendukung sistem pertanian organik yang tengah dikembangkan. Selain itu, sapi-sapi ini juga berfungsi sebagai indukan yang diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi kelompok tani tersebut, memperkuat kemandirian mereka.










