Gerakan Sosial Tak Cukup Jamin Keberlanjutan Pengelolaan Sampah, SULE-WM Dorong BRC Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah di Bali

IMG-20261017-WA0027
Exhibition Day & Networking Luncheon BRC yang berlangsung di Aston Hotel & Convention Center, Jumat (16/10/2026). [foto: fb/ist]

Selama satu tahun pendampingan, BRC memperoleh dukungan mentor berpengalaman serta hibah untuk perluasan gudang dan pengadaan kendaraan.

Dukungan tersebut mendorong peningkatan skala usaha dan pendapatan perusahaan hingga 200 persen, sekaligus memperluas jaringan pelanggan layanan pengangkutan sampah dari unit-unit bank sampah dan memperkuat kerja sama dengan mitra usaha yang lebih besar dan stabil.

Pada 2026, BRC juga mengembangkan lini usaha penyediaan sarana tempat sampah dan fasilitas pengolahan sampah organik. Produk tersebut dapat diakses oleh pelanggan pemerintah melalui e-katalog dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan usaha.

BRC juga resmi menjadi vendor Unilever Global dalam kegiatan pengumpulan sampah plastik. Saat ini, perusahaan tersebut bermitra dengan 30 mitra pengumpul yang terdiri atas bank sampah, tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R (TPS3R), serta pemasok bahan baku bagi pabrik daur ulang di sembilan kota dan kabupaten di Bali.

Dukungan Unilever dan tim proyek SULE-WM turut mendorong transformasi BRC sebagai pengusaha pengelolaan sampah lokal. Penguatan kapasitas usaha ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja ramah lingkungan melalui inovasi, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Head of Sustainability Unilever Indonesia, Maya Tamimi, menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan penguatan sistem pengelolaan sekaligus peningkatan kapasitas para pelaku dalam rantai pasoknya. Upaya dalam mengatasi persoalan sampah tidak hanya membutuhkan peningkatan sistem pengelolaan sampah, tetapi juga penguatan para pelaku yang berada di dalam rantai pasoknya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top