Garapan Dramatikal “Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026, Literasi Harus Hadirkan Dampak Nyata Bagi Masyarakat

1000528971
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menyaksikan garapan dramatikal “Bibi Anu” pada Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua yang mengusung tema “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan tersebut menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta apresiasi terhadap karya dan budaya literasi.

“Gebyar Literasi Denpasar kami rancang sebagai ruang bersama untuk membudayakan gemar membaca dan literasi secara masif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, pengelola perpustakaan, ASN, hingga masyarakat untuk berkarya, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi,” ucapnya.

Cok Parta menjelaskan, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai pelatihan dan pembekalan, seperti pelatihan bertutur bagi siswa SD, pelatihan membuat resensi buku bagi siswa SMP, pelatihan menulis cerita pendek bagi guru dan masyarakat umum, serta program ASN Menulis Artikel bagi perangkat daerah. Selain itu, digelar Bincang Literasi Perempuan bertema “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya”, Bincang Literasi Kota bertema “Inovasi, Literasi Masa Depan”, kelas literasi terbuka, Meet and Greet dan peluncuran buku, serta nonton bareng video konten berbahasa Bali “Putu Arya”.

Gebyar Literasi juga menghadirkan berbagai lomba, meliputi Bertutur tingkat SD, Menulis Resensi tingkat SMP, Menulis Cerpen Berbahasa Indonesia kategori guru dan umum, Paduan Suara tingkat desa/kelurahan, serta Menulis Artikel Perangkat Daerah kategori ASN Menulis. Rangkaian kegiatan turut dilengkapi pameran atau book fair yang diikuti 11 penerbit, Pojok ISBN, Pameran Arsip dan Dokumentasi, Pojok Pintar, Lapak Literasi Sekolah, serta Pentas Literasi berupa drama dan tari siswa bersama Bunda Literasi. “Kami juga memberikan apresiasi kepada perpustakaan desa dan kelurahan, perpustakaan sekolah, serta para pegiat literasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menggerakkan budaya literasi di Kota Denpasar,” katanya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top