Garapan Dramatikal “Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026, Literasi Harus Hadirkan Dampak Nyata Bagi Masyarakat

1000528971
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menyaksikan garapan dramatikal “Bibi Anu” pada Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10).

“Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Denpasar tahun 2024 juga mencapai 76,11, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Bali yang berada di kisaran 66. Capaian ini menjadi gambaran bahwa pembangunan literasi di Denpasar terus kita kuatkan melalui berbagai program dan kolaborasi,” jelasnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari angka maupun jumlah kunjungan ke perpustakaan. Literasi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, berkarya, memecahkan persoalan, hingga menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.

“Di tengah perkembangan era digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi semakin penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya secara positif,” ungkap Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengajak keluarga dan satuan pendidikan membangun kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan sehari-hari.

“Budaya literasi sesungguhnya dimulai dari rumah kita sendiri. Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan hidup, serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah pertama bagi anak. Dengan semangat ‘Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak’, mari kita wujudkan Denpasar sebagai kota literasi yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top