FP 2030: Upaya Kapitalisasi Bonus Demografi, Percepat Kesejahteraan Rakyat dan Indonesia Siap Jadi “Macan Asia”

IMG-20251008-WA0005
Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan FP2030 _Asia-Pacific Focal Points/South-South Learning Workshop_ bersama FP2030 Asia-Pasifik dan UNFPA Indonesia pada 08-10 Oktober 2025 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Dengan 190 juta penduduk usia produktif yang mencapai 70% dari keseluruhan populasi, maka mereka dapat berkontribusi untuk mendongkrak produktifitas nasional dan akumulasi kapasitas fiskal yang meningkat. Tentu saja, kesempatan _(window opportunity)_ tersebut harus dikelola dalam kebijakan tata Kelola yang terstruktur, berpeta-jalan yang jelas, dan responsive terhadap perubahan global. 

Oleh karena itu, Indonesia harus dapat menuntaskan agenda yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), ketersediaan investasi dan lapangan pekerjaan yang memadai, serta kepesertaan jaminan kesehatan, jaminan sosial dan jaminan hari tua bagi seluruh penduduk.

Situasi Kependudukan Kawasan Asia Pasifik

Pada kesempatan yang sama hadir juga Direktur Pelaksana FP 2030 Pusat Regional Asia Pasifik, Sumita Banerjee, yang menyampaikan “Dari total 214 juta perempuan dengan unmet need di dunia, sebanyak 140 juta di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. 

Angka ini mencerminkan hampir 65 persen unmet need global. Kondisi tersebut berkontribusi pada tingginya jumlah kehamilan yang tidak direncanakan, terutama di kalangan remaja.

Setiap tahun, tercatat sekitar 21 juta kehamilan terjadi pada perempuan berusia 15–19 tahun, dan sebanyak 43 persen di antaranya merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. 

Selain itu, setiap tahunnya tercatat sekitar 12 juta kelahiran terjadi pada perempuan berusia 15–19 tahun di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC) di Asia dan Pasifik. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top