Evaluasi Capaian Program 2025, Tahun Depan Perwakilan BKKBN Bali Kebut “Quick Wins”

u10-IMG-20251223-WA0009
‎Penyerahan piagam penghargaan bagi pelaksana Program Kemendukbangga/BKKBN Kabupaten/Kota yang berprestasi.

Diperlukan terobosan terkait kebijakan kebijakan masalah kependudukan agar angka TFR Provinsi Bali mencapai angka yang ideal.
‎

Angka Prevelansi Kontrasepsi Modern (mCPR) berdasarkan hasil PK 25 Provinsi mengalami penurunan dibandingkan hasil PK Tahun 2024. Angka mCPR Provinsi Bali berdasarkan Hasil PK 25 berada pada angka 59,5% atau menurun 1,1 poin persentase 2012-2017.

Hal ini menjadi sinyal awal perlunya penguatan keberlanjutan penggunaan kontrasepsi modern, bukan hanya peningkatan akseptor baru.
‎

Angka persentase Kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need KB) berdasarkan hasil PK 25, berada pada angka 13,5% mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan angka Unmet Need KB Tahun 2024 yang berada pada angka 10,6%, sekali lagi kenaikan angka Unmet Need KB ini merupakan sinyal penting bahwa tantangan Program KB bukan hanya mencari akspetor baru tapi lebih kepada keberlangsungan penggunaan kontrasepsi.
‎

Salah satu hal penting yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu cukup tingginya angka fatherless di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil PK 2025, Bali berada pada angka 15,1%.

Fenomena fatherless mengacu pada situasi ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan yang bermakna dari sosok ayah.

Untuk mengatasi permasalahan ini salah satu program yang dilaksanakan oleh Kemendukbangga/BKKBN yaitu dengan membentuk GATI ( Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang beberapa kegiatannya adalah mengantarkan anak pada hari pertama sekolah dan mengambil raport anak ke sekolah.
‎

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top