Diperlukan terobosan terkait kebijakan kebijakan masalah kependudukan agar angka TFR Provinsi Bali mencapai angka yang ideal.
Angka Prevelansi Kontrasepsi Modern (mCPR) berdasarkan hasil PK 25 Provinsi mengalami penurunan dibandingkan hasil PK Tahun 2024. Angka mCPR Provinsi Bali berdasarkan Hasil PK 25 berada pada angka 59,5% atau menurun 1,1 poin persentase 2012-2017.
Hal ini menjadi sinyal awal perlunya penguatan keberlanjutan penggunaan kontrasepsi modern, bukan hanya peningkatan akseptor baru.
Angka persentase Kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need KB) berdasarkan hasil PK 25, berada pada angka 13,5% mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan angka Unmet Need KB Tahun 2024 yang berada pada angka 10,6%, sekali lagi kenaikan angka Unmet Need KB ini merupakan sinyal penting bahwa tantangan Program KB bukan hanya mencari akspetor baru tapi lebih kepada keberlangsungan penggunaan kontrasepsi.
Salah satu hal penting yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu cukup tingginya angka fatherless di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil PK 2025, Bali berada pada angka 15,1%.
Fenomena fatherless mengacu pada situasi ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan yang bermakna dari sosok ayah.
Untuk mengatasi permasalahan ini salah satu program yang dilaksanakan oleh Kemendukbangga/BKKBN yaitu dengan membentuk GATI ( Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang beberapa kegiatannya adalah mengantarkan anak pada hari pertama sekolah dan mengambil raport anak ke sekolah.










