TFR Provinsi Bali berdasarkan hasil pendataan keluarga Tahun 2024 berada pada angka 2,03. MCPR berdasarkan hasil pendataan keluarga Tahun 2025 mengalami penurunan 1,1 poin menjadi 59,5 %.
Unmet need KB berdasarkan hasil pendataan keluarga Tahun 2025 mengalami kenaikan 2,9 poin menjadi 13,5%.
Proporsi kebutuhan terpenuhi menurut alat/cara KB modern berdasarkan hasil PK Tahun 2025 untuk Provinsi Bali masih di bawah rata rata nasional yaitu 81,1% yang artinya sekitar 2 dari 10 PUS di Bali yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan belum terpenuhi kebutuhannya dengan metode kontrasepsi modern. Berdasarkan hasil PK 25 angka kehamilan tidak diinginkan di Provinsi Bali berada pada angka 14,2%.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali memberi apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Pelaksanaan evaluasi yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan strategis untuk melihat capaian atas kinerja yang telah dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Desember 2025. Evaluasi merupakan suatu keharusan untuk melihat capaian kinerja.
Sekda Bali menyampaikan, pelaksanaan Program Kependdudukan dan Pembangunan Keluarga Provinsi Bali telah terlaksana dengan baik, namun dalam perkembangannya juga mengalami perubahan yang fluktuatif.
Hal ini dapat dilihat dari hasil pendataan keluarga Tahun 2024 dan Tahun 2025 dimana: Angka Total Fertility Rate (TFR) berada pada angka 2,03, Provinsi Bali memiliki angka TFR di bawah rata rata ideal yaitu 2,1. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian bersama, agar nantinya TFR Provinsi Bali tidak terus mengalami penurunan setiap tahunnya.










