Dalam tiga bulan terakhir, fasilitas SWRO di Nusa Dua telah memproduksi lebih dari 331 ribu meter kubik air bersih. Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu memasok hingga 1,3 juta meter kubik air per tahun. Kehadiran teknologi ini menjadi solusi konkret dalam menghadapi risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, sekaligus menjamin stabilitas operasional bagi seluruh penyewa dan wisatawan di kawasan tersebut.
Pencapaian ini semakin istimewa karena ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi. Pengakuan ini menegaskan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan InJourney Group telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ketat dari regulator pemerintah.
Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi, menjelaskan bahwa penerapan SWRO adalah langkah nyata dalam memperkuat ketahanan air tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. “Dengan pasokan air yang stabil dan terukur, efisiensi layanan di kawasan dapat terjaga pada level tertinggi. Hal ini membuktikan bahwa operasional bisnis skala besar dapat berjalan selaras dengan etika perlindungan alam,” jelasnya.
Melalui Sarinah, InJourney juga terus mendorong produk lokal dan karya terbaik bangsa ke panggung internasional. Sinergi lintas portofolio ini menciptakan rantai nilai yang solid dari hulu ke hilir. Keberhasilan transformasi ini diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi InJourney terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.










