Empat Tahun InJourney, Membangun Pijakan Hijau bagi Masa Depan Pariwisata Indonesia

2026-01-21-at-21.43.43
Strategi InJourney 2026, menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menekankan bahwa aspek manusia merupakan inti dari setiap transformasi. Menurutnya, pembangunan fisik seperti infrastruktur tidak akan lengkap tanpa menyentuh aspek esensial yaitu sumber daya manusia. “InJourney pun meluncurkan green initiative program di seluruh lingkungan grup untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan, konsisten, dan terukur dampaknya,” ujarnya.

Dalam aspek lingkungan, InJourney menetapkan target ambisius untuk menurunkan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e sebagai bagian dari penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. Transformasi operasional menuju praktik yang lebih hijau diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai rujukan pariwisata bertanggung jawab di mata dunia.

Salah satu bukti nyata keberhasilan strategi ini terlihat di kawasan The Nusa Dua, Bali, yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Kawasan ini telah mengimplementasikan berbagai utilitas hijau, mulai dari pengelolaan limbah terintegrasi hingga penggunaan air daur ulang. Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi premium yang tidak hanya mewah, tetapi juga memiliki daya tahan (resiliensi) tinggi terhadap perubahan iklim.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan bahwa keberlanjutan adalah fondasi operasional mereka. Salah satu terobosan besar yang dilakukan adalah pengoperasian fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). “Teknologi ini memungkinkan pengolahan air laut menjadi air bersih, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan pada air tanah yang kian terbatas, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tawar di wilayah Bali,” ucapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top