ELING Hidupkan Kembali Semangat Prajurit Munggu di Panggung PKB XLVIII

1000688195
Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, tampil memukau di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (6/7).

 

Sugiarta menjelaskan, garapan tahun ini mengangkat revitalisasi kesenian klasik Bale Sikap. Kata Bale dimaknai sebagai prajurit, sedangkan Sikap berarti gugur atau pengorbanan. Karya ini lahir dari penelusuran sejarah Desa Adat Munggu tentang para prajurit yang mengabdikan hidupnya demi menjaga desa, adat, dan masyarakat.

 

“Ini merupakan kearifan lokal Desa Adat Munggu. Kami ingin mengingat kembali perjuangan para prajurit desa yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Jejak sejarah itu masih dapat ditemukan melalui peninggalan Tameng Kolem yang tersimpan di Pura Dalem Kahyangan Wisesa,” jelasnya.

 

Melalui garapan ELING, masyarakat diajak kembali mengingat akar sejarahnya. Kata eling yang berarti ingat menjadi simbol ajakan untuk terus mengenang dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan para leluhur terhadap tanah kelahirannya.

 

Pertunjukan dikemas melalui pendekatan spiritual yang memadukan tabuh, tari, vokal, dan simbol-simbol ritual. Alur garapan membawa penonton pada perenungan tentang pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin melalui konsep Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha.

 

Pergelaran ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi. Melalui dukungan Dinas Kebudayaan dan Listibiya Kabupaten Badung, berbagai kesenian klasik yang nyaris terlupakan terus didokumentasikan, direvitalisasi, dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat melalui panggung PKB.

 

Kehadiran ELING menjadi penanda bahwa sejarah, pengabdian, dan semangat para leluhur akan terus hidup selama generasi penerus bersedia mengingat, mempelajari, dan merawat warisan budaya yang mereka tinggalkan.W-004

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top