SEMARAPURA-fajarbali.com | Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak perlu dilakukan sejak usia sekolah dasar. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Edukasi Personal Safety Skill bagi siswa SD Negeri Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, pada Kamis 4 Juni 2026.
Kegiatan yang diketuai oleh Ns. Ni Luh Kompyang Sulisnadewi, M.Kep., Sp.Kep.An ini diikuti oleh 49 siswa kelas IV dan V.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemutaran video animasi edukatif berjudul “Ayu dan Rama”, yang dirancang untuk membantu anak memahami cara melindungi diri dari kekerasan seksual.
Sejak awal pemutaran video, para siswa tampak antusias menyimak alur cerita yang disajikan. Mereka memperhatikan setiap adegan dengan penuh perhatian, menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pengabdi, serta aktif mengikuti sesi diskusi setelah video selesai diputar.
Edukasi ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih tingginya kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Bali.
Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan karena belum sepenuhnya memahami batasan tubuh, hak atas dirinya, maupun cara menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.
Oleh karena itu, pendidikan mengenai perlindungan diri menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai konsep Personal Safety Skill yang meliputi tiga kemampuan utama, yaitu Recognize, Resist, dan Report. Recognize mengajarkan anak mengenali bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin.
Resist membekali anak dengan keberanian untuk menolak atau melawan tindakan yang tidak pantas. Sementara itu, Report mengajarkan anak untuk segera melaporkan kejadian yang tidak aman kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.
Menurut Kompyang Sulisnadewi, pemberian edukasi melalui media video animasi dipilih karena lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Media audiovisual mampu menyampaikan pesan secara menarik dan konkret sehingga anak lebih mudah mengingat materi yang diberikan.
"Melalui tokoh Ayu dan Rama, siswa diajak memahami berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari serta cara yang tepat untuk menjaga keselamatan diri," kata Kompyang Sulisnadewi.
Plt. Kepala SD Negeri Dawan Kaler, I Ketut Gede Pasek, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai perlindungan diri sangat penting diberikan kepada siswa sekolah dasar sebagai bekal untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.
Pasek berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai keselamatan diri semakin meningkat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas terlihat hidup dan penuh semangat.
Banyak siswa yang berani mengemukakan pendapat serta berbagi pengalaman terkait situasi yang mereka temui di lingkungan sekitar. Interaksi yang aktif tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini karena memberikan manfaat yang sangat penting bagi siswa dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga membantu menumbuhkan keberanian anak untuk berbicara dan mencari bantuan apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan mereka.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap anak-anak memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan diri dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan keterampilan yang dapat membantu anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan seksual.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung perlindungan anak melalui pendidikan kesehatan yang preventif dan berkelanjutan. Dengan pembekalan yang tepat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri, berani, dan mampu menjaga keselamatan dirinya sendiri. (rel)










