Direktur Teknologi Informasi dan Data BKKBN Mahyuzzar menyambut baik program kemitraan ini yang menyasar langsung masyarakat pedesaan.
Menurutnya, hampir seluruh masyarakat sudah mulai memahami stunting sehingga kampanye jadi lebih mudah. Ini tidak lepas dari kampanye yang berlangsung dialogis. Suasana sangat cair di mana peserta dan nara sumber sangat aktif tanya jawab.
BKKBN, kata Mahyuzzar, berkolaborasi dengan seluruh kementerian terkait dan stakeholder karena sebagai permasalahan kompleks stunting memerlukan penanganan bersama.
"Kami juga akan memutakhirkan data kependudukan September ini," kata Mahyuzzar, sembari mengapresiasi prevalensi stunting di Buleleng yang relatif kecil, delapan persen. Bahkan Buleleng diharapkan hadi kabupaten percontohan pencegahan stunting.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih memberikan materi tentang kesehatan reproduksi, merawat kandungan, bayi, hingga edukasi bagi calon pengantin. (Gde)











