Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menekankan pentingnya mengawal desa-desa yang sudah mampu bebas dari stunting. Wabup menerangkan di Kecamatan Seririt perlu adanya atensi khusus penanganan desa yang masih terdapat kasus.
Dia berharap Buleleng dapat menekan kasus stunting secara maksimal usai digulirkan program kerja sama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia dan Komisi IX DPR RI.
Kami apresiasi upaya sosialisasi yang dilakukan. Harapannya stunting dapat ditekan signifikan, Buleleng saat ini sudah 8 pesen. Target tahun ini bisa diangka 7 persen,” ungkapnya.
Sutjidra berpesan, kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali agar benar diimplementasikan sehingga kedepan, bonus demografi Buleleng dapat dinikmati.
Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menambahkan, stunting di Indonesia mencapai 24 persen lebih. Dengan kata lain, satu dari empat anak Indonesia terjangkit stunting. Hal ini tentu menandakan kondisi Indonesia dalam 'ancaman'.
Jika terus dibiarkan, sumber daya manusia Indonesia tidak mungkin mampu bersaing dengan negara lain. Saat ini saja, Indonesia kalah dengan negara-negara ASEAN, misalnya Thailand.
"Keseriusan pemerintah pusat terbukti dengan diterbitkannya Peraturan Presiden khusus mengatur percepatan penurunan stunting dan BKKBN menjadi koordinatornya. Sedangkan saya di Komisi IX menyatakan dukungan penuh," kata Kariyasa.
Ia berharap, pemerintah daerah meningkatkan anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah bidang Keluarga Berencana atau OPD KB guna menyukseskan program ini. Sebab menurunkan stunting bukan perkara mudah.










