Masyarakat Desa Mayong, Seririt, Buleleng, mengikuti screning kesehatan di sela Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali, Senin (15/8).
SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kecamatan Seririt menjadi penyumbang prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Buleleng yang saat ini menyentuh angka delapan persen berdasarkan Survei Status Gisi Indonesia (SSGI) tahun 2021.
Namun, Desa Mayong, salah satu desa di kecamatan Seririt berhasil terbebas dari kasus stunting. Perbekal Desa Mayong punya strategi khusus dalam mencegah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari pertama kehidupan tersebut.
Astawa membeberkan stategi dalam mencegah pertumbuhan stunting muncul di desanya. Salah satunya dengan aktif mengedukasi masyarakat melibatkan berbagai instansi terkait.
Peran Posyandu dan mengaktifkan setiap kader posyandu menjadi garda pertama dalam mendeteksi dan mencegah stunting oleh Made Astawa.
"Edukasi dilakukan sejak dini untuk memberikan pemahaman. Selain itu Langkah nyata yang dilakukan desa adalah memasang pos anggaran dana desa untuk alokasi kesehatan berupa makanan tambahan sesuai dengan kondisi sasaran kita,” ungkapnya saat Promosi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali di Desa Mayong, Senin (15/8).
Di bidang pendidikan melalui guru, juga diselipkan program pencegahan stunting di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Astawa menargetkan PAUD menjadi sasaran edukasi untuk memastikan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak berusia dibawah 5 tahun dapat ditekan.











