DENPASAR-fajarbali.com | Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terpadu di SMPN 17 Denpasar pada Kamis (11/6/202).
Dalam rangkaian acara tersebut, salah satu fokus utama yang diberikan kepada para guru adalah penguasaan teknologi untuk menunjang kualitas pengajaran di era digital.
Sesi khusus yang bertajuk “ Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning“ ini, menghadirkan akademisi senior, Dr. Drs. I Made Wena, M.Si., sebagai pemateri utama. Sesi ini berlangsung secara intensif pada sesi paralel kedua, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA.
Made Wena menekankan pentingnya integrasi teknologi digital yang tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning) bagi siswa.
Hal ini diharapkan dapat memicu inovasi dalam ruang kelas, sehingga proses pembelajaran matematika menjadi lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pelaksanaan sesi ini dibantu oleh anggota tim dosen Putu Ledyari Noviyanti, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa Ni Kadek Justin Ferari sebagai bagian dari tim pelaksana. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi wawancara antara dosen dan guru untuk mendalami kendala serta solusi teknis dalam penerapan teknologi di sekolah.
Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan PkM ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Perjanjian Pelaksanaan Kerja Sama (PPKS) antara Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika Unmas Denpasar dengan Kepala SMPN 17 Denpasar.
Sinergi ini mempertegas komitmen Unmas Denpasar, yang telah menyandang akreditasi Unggul, dalam mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan mutu pendidikan di Bali.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan dan foto bersama sebagai simbolisasi keberlanjutan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah. (rel)










