Dua Tunadaksa Raih Sarjana di Fakultas Pendidikan Unhi, Buktikan Kekurangan Tak Menghalangi Cita-cita

IMG-20260518-WA0006
Komang Agus Saras Sanitra dan Ni Luh Putu Ekayanti, penyandang tunadaksa berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Pendidikan Unhi.

Menurutnya guru merupakan profesi mulia. Melalui jalur pendidikan, ia berkomitmen menyalurkan pengetahuan yang didapatkan selama di bangku kuliah.
"Awalnya kuliah di bidang pendidikan itu disarankan orang tua. Tapi lama-lama saya suka. Akhirnya mantap ingin jadi pendidik di sekolah umum," pungkasnya.

Eka dan Saras berpesan kepada generasi muda untuk menjaga asa, tidak menyerah dengan keadaan. Sebab mereka sendiri telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi persoalan. Mereka yakin Tuhan menyelipkan kelebihan di balik kekurangan.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pendidikan Unhi Dr. I Wayan Sukadana, S.Sn., M.Si., menjelaskan, Unhi, khususnya fakultas pendidikan memiliki komitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi inklusif. Terbukti setiap penerimaan mahasiswa baru, ada mahasiswa disabilitas yang diterima.

"Kami memberikan kesempatan sama bagi setiap generasi muda mengenyam pendidikan tinggi," ujarnya seraya menyebut rektorat sedang merancang fasilitas yang lebih mumpuni bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Untuk profil lulusan periode ini, Sukadana menjelaskan, 80 persen telah terserap dunia kerja/industri, terutama menjadi guru. Kompetensi lulusan dapat dilihat dari capaian IPK rata-rata 3,5 dengan waktu tempuh 4 tahun (Sarjana) dan 2 tahun (Magister).

Para alumni Fakultas Pendidikan Unhi dirancang menjadi sumber daya manusia berakar pada nilai-nilai agama Hindu dan budaya serta bersayap pada teknologi. Kedua karakter tersebut sangat penting untuk beradaptasi di berbagai era. (gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top