Dua Tunadaksa Raih Sarjana di Fakultas Pendidikan Unhi, Buktikan Kekurangan Tak Menghalangi Cita-cita

IMG-20260518-WA0006
Komang Agus Saras Sanitra dan Ni Luh Putu Ekayanti, penyandang tunadaksa berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Pendidikan Unhi.

DENPASAR-fajarbali.com | Di antara puluhan peserta Yudisium dari Program Sarjana ke-25 dan Magister ke-28, Fakultas Pendidikan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi), bertempat di Hotel Grand Santhi, Denpasar, Senin (18/5/2026), terpancar senyum luar biasa dari dua sosok calon sarjana.

Mereka adalah Komang Agus Saras Sanitra dan Ni Luh Putu Ekayanti. Mungkin bagi sebagian orang, berhasil menyelesaikan studi sarjana merupakan hal biasa.

Tapi tidak bagi Saras dan Eka. Sebab, bagi keduanya pencapaian menyelesaikan pendidikan sarjana penuh tantangan.
Saras dan Eka merupakan disabilitas tunadaksa.

Tunadaksa adalah kondisi disabilitas fisik yang memengaruhi fungsi tubuh, seperti gangguan gerak, koordinasi, atau hilangnya anggota gerak. Baik Saras dan Eka lahir prematur.

Saras, pria asal Kerambitan, Tabanan ini, memilih Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu. Saras masuk tahun 2019. Karena berbagai keterbatasan, termasuk era Pandemi Covid-19 serta ayahnya yang menderita sakit sampai meninggal, ia baru menuntaskan pendidikan sarjana tahun 2026.

"Agak terlambat. Tapi hari ini saya bayar lunas. Benar-benar plong rasanya," jelas anak ketiga dari I Wayan Budiarta (alm) dengan Ni Made Suarni.

Untuk sampai di titik ini, Saras mengaku tidak mudah. Ia mengaku bersyukur memiliki kakak dan teman-teman yang sangat membantu, terutama urusan antar-jemput kuliah ke kampus. "Kalau sudah mentok, saya naik ojek online. Saya tinggal bersama kakak di Dalung. Tapi kost juga deket kampus untuk mempermudah mobilitas," kenang Saras.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top