DPC PKHI se-Bali Terbentuk, Hipnotis Hadir sebagai Solusi

IMG-20250730-WA0020
PELANTIKAN DPC PKHI se-Bali bertempat di Ruang Kertha Gosana, Kantor Bupati/Puspem Badung, Rabu (30/7/2025).

MANGUPURA-fajarbali.com | Merasa tergerak dengan sejumlah permasalahan sosial di Pulau Dewata, seperti kasus bunuh diri, pendidikan karakter anak hingga pecandu narkoba, para ahli hipnotis mengaku siap bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder terkait melalui kompetensinya.

Ilmu hipnotis akan mengintervensi pikiran, perasaan dan perilaku sasaran agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Ir. Toha Afifi, Ph.D., CHt., Cl., di sela Pelantikan DPC PKHI se-Bali, di Ruang Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung.

Organisasi ini pun membawa visi melawan stigma negatif ilmu hipnosis di mata masyarakat. Selain melantik DPC 7 Kabupaten/Kota se-Bali, para ahli hipnotis ini juga melaksanakan rapat kerja DPD (rakerda) PKHI Bali. 

Pemilik sapaan karib Avifi Arka ini melanjutkan, semangat yang diusung organisasinya, yakni memasyarakatkan hipnosis sebagai pelayanan kesehatan tradisional. Hal ini untuk mengubah stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat.

"Sebab hipnosis kerap distigmakan sebagai keahlian yang dipakai memanipulasi pikiran sehingga menjadi modus kejahatan. Ini membuat para hipnotis (pelaku hipnosis) yang berpegang pada kode etik turut kena dampak," jelasnya.

Dia menegaskan, hipnotis adalah profesi mulia. Pernyataan ini secara langusng menjadi bantahan informasi yang menyebutkan adanya kasus-kasus korban hipnotis. Padahal, kasus-kasus tersebut murni penipuan. 

PKHI, lanjut Avifi Arka, sebagai organisasi profesi telah digandeng berbagai lembaga pemerintahan seperti kementerian untuk program pendidikan, pelatihan sampai hipnoterapi pecandu, kesehatan mental, dan lainnya. Bahkan, kepolisian turut melibatkan PKHI dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan (hipnoforensik).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top