“Desa ini memiliki kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang sangat kuat. Karena itu, kami mengarahkan program Narasemesta Jasindo untuk membantu memperkuat potensi tersebut melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan pengalaman wisata, sekaligus memperluas akses promosi," kata Brellian.
"Pendekatan ini kami selaraskan dengan semangat Tri Hita Karana agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” imbuh dia.
Menurut Brellian, sebagai perusahaan asuransi, Asuransi Jasindo juga melihat pentingnya menghadirkan aspek perlindungan dalam pengembangan ekosistem pariwisata.
Karenanya, Narasemesta Jasindo turut membuka ruang untuk mengintegrasikan sistem reservasi wisata dengan produk Travel Insurance dan Personal Accident (PA) Asuransi Jasindo, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan perjalanan bagi wisatawan dan pengelola destinasi.
“Bagi kami, perlindungan merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan. Karena itu, kami ingin menghadirkan perlindungan sejak wisatawan merencanakan perjalanan hingga menikmati pengalaman di destinasi. Harapannya, wisatawan dapat berkunjung dengan lebih aman dan nyaman, sementara pengelola destinasi juga semakin memahami pentingnya pengelolaan risiko dalam kegiatan pariwisata,” ujar Brellian.
Dalam implementasinya, Narasemesta Jasindo kali ini diwujudkan melalui sejumlah inisiatif, salah satunya pengembangan website Desa sebagai digital gateway yang memuat informasi destinasi, paket wisata, kalender kegiatan, hingga sistem reservasi wisata. Sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan database dan monitoring kunjungan wisatawan.










