DENPASAR-fajarbali.com | Upaya meningkatkan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif terus dilakukan melalui edukasi sejak masa kehamilan. Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, tim dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Pengetahuan dan Efikasi Diri Menyusui pada Ibu Hamil di Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar ".
Kegiatan ini menyasar ibu hamil sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat ASI, teknik menyusui yang benar, serta membangun keyakinan dan kesiapan ibu dalam menyusui setelah melahirkan.
Tim pengabdi diketuai oleh Bdn. Ni Made Dwi Mahayati, SST., M.Keb. dengan anggota Bdn. Ni Wayan Suarniti, SST., M.Keb dan Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST., M.Biomed. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, petugas kesehatan, serta kader kesehatan desa yang berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program.
Dwi Mahayati, menjelaskan bahwa keberhasilan ASI eksklusif tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik ibu, tetapi juga oleh tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui.
Oleh karena itu, edukasi sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dengan lebih baik.
“Banyak ibu yang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memberikan ASI eksklusif, tetapi masih merasa ragu atau kurang percaya diri. Melalui edukasi ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan sekaligus efikasi diri ibu agar lebih siap dan yakin dalam memberikan ASI kepada bayinya,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi, teknik pelekatan yang benar, posisi menyusui yang nyaman, tanda kecukupan ASI, serta cara mengatasi berbagai masalah yang umum terjadi selama masa menyusui.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan terkait persiapan menyusui, produksi ASI, hingga pengalaman yang diperoleh dari kehamilan sebelumnya. Suasana edukasi berlangsung aktif dan komunikatif, menunjukkan tingginya perhatian ibu hamil terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi tumbuh kembang anak.
Selain memberikan edukasi kepada ibu hamil, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak promosi kesehatan di masyarakat. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, kader kesehatan turut berperan dalam mobilisasi peserta, fasilitasi kegiatan, serta pendampingan selama proses edukasi berlangsung.
Pemerintah Desa Dangin Puri Kelod menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kader kesehatan diharapkan dapat terus menjadi penggerak edukasi menyusui sehingga informasi yang diperoleh dapat menjangkau lebih banyak keluarga di lingkungan desa.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdi menyerahkan media edukasi berupa booklet dan kit konseling menyusui kepada kader kesehatan. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan ibu hamil maupun ibu menyusui secara berkala.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif dan kualitas kesehatan ibu serta anak.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan efikasi diri ibu hamil, diharapkan semakin banyak bayi yang memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI eksklusif, sehingga dapat tumbuh sehat, optimal, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang. (rel)










