Ilustrasi
DENPASAR-Fajarbali.com|Seorang pria bernama A.A Alit Dwi Mahaputra yang tinggal di seputaran Jalan Raya Semer akhirnya hanya bisa pasrah saat dihadirkan di Pengadilan Denpasar untuk mengikuti sidang online atas kasus kepemilikan 6 paket narkotika jenis sabu-sabu.
Sidang masih menggandakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wazir Imam Supriyanto. Dalam dakwaan yang dibacakan, terdakwa yang tamatan SMA itu dijerat dengan dua pasal dari UU Narkotika, yaitu Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a.
Baca Juga : Terdakwa Penghina GPS di Medsos Dituntut 10 Bulan Penjara
Baca Juga : Terdakwa Kasus Korupsi di LPD Serangan Akui ada 17 Kredit Fiktif
Jika melihat dari jeratan pasal tersebut, maka pria yang ditangkap saat berada di pinggir jalan itu terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Tapi apabila dia mampu membuktikan bahwa dia adalan pecandu atau penyalahguna narkotika bagi dirinya sendiri, maka dia hanya terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.
Dalam dakwaan disebutkan pula bahwa, terdakwa ditangkap petugas kepolisian dari Polres Badung pada tanggal 12 Mei 2022 sekira pukul 12.00 WITA di Pinggir Jalan Pekandelan, Br. Dukuh Sari, Desa Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung.
Baca Juga : Ditangkap Ambil Tempelan Sabu, Dua Terdakwa Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Baca Juga : Tiga Terdakwa Pembunuh Jape Rena Dituntut 14 Tahun Penjara
Sebelum ditangkap, terdakwa pada tanggal 6 Mei 2022 memesan sabu sebanyak 1G arau 1F kepada seseorang yang terdakwa ketahui bersama Gunung seharga Rp 1,5juta. Setelah melakukan pembayaran, masih dihari yang sama, terdakwa menerima pesan yang berisikan alamat pengambilan sabu.











