Segera Hadir di Indonesia! Standar Baru Susu Formula Berbahan Susu Segar dengan One-Step Fresh

IMG-20260606-WA0004
Susu formula berstandar baru segera hadir di tanah air. (IST/ilustrasi).

• Proses tahapan produksi yang panjang dan intensif dapat memengaruhi struktur alami susu, pemahaman terhadap proses pengolahan menjadi penting dalam memilih asupan susu harian anak. 

• Inovasi pangan anak kini mulai mengarah pada pendekatan produksi dan menciptakan produk yang lebih sederhana, terukur, dan tetap mengutamakan keamanan produk.  

DENPASAR-fajarbali.com | Pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. 

Pada masa ini, orang tua umumnya semakin cermat dalam membaca kandungan gizi, mulai dari kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga berbagai zat gizi tambahan yang tercantum pada label produk. 

Namun, komposisi produk tetap harus menjadi perhatian. Di balik daftar komposisi zat gizi tersebut, ada aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian, yaitu bagaimana produk tersebut diproses sebelum akhirnya dikonsumsi oleh anak. 

Dalam konteks susu formula, banyak produk susu formula melewati proses produksi yang panjang dan bertahap sebelum menjadi produk akhir. Proses tersebut dapat mencakup pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan. 

Tahapan ini dilakukan untuk memenuhi standar keamanan dan stabilitas produk, tetapi proses pengolahan yang intensif juga dapat memengaruhi struktur alami dan ketersediaan kandungan gizi dalam susu. 

Di sisi lain, susu segar yang diolah menjadi susu bubuk melalui satu tahap proses produksi dapat membantu menjaga kesegaran serta mempertahankan zat gizi alami di dalamnya. 

Kajian ilmiah menunjukkan bahwa pemanasan berulang dan pengolahan intensif dapat mengubah struktur protein serta komponen penting lain di dalam susu. 

Perubahan ini dapat memengaruhi kualitas kandungan gizi, daya cerna, serta cara tubuh menyerap dan memanfaatkan zat gizi tersebut. Dengan kata lain, kualitas gizi suatu produk juga dipengaruhi oleh bagaimana zat gizi tersebut tetap terjaga selama proses produksi hingga produk siap disajikan kepada konsumen.  

BACA JUGA:  Hindari Sesak Napas dengan Gelang Cerdas

Menurut Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz, seorang Doktor dibidang Ilmu Gizi, kebiasaan orang tua dalam meneliti informasi nilai gizi pada label susu adalah langkah yang sangat krusial. 

“Tetapi, kebiasaan ini penting untuk memperhatikan ketersediaan komposisi zat gizi dalam produknya. Perlu diketahui jika nama bahan yang tercantum di urutan pertama pada daftar komposisi mencerminkan kandungan utama dari produk tersebut,” jelas Arif, Sabtu (6/6). 

Sejalan dengan perkembangan tersebut, inovasi pangan anak kini mulai mengarah pada pendekatan produksi dan menciptakan produk yang lebih sederhana, terukur, dan tetap mengutamakan keamanan produk. 

Bahkan, penelitian terkini telah mengembangkan jalur produksi susu formula yang lebih minimal untuk menjamin keamanan mikrobiologis dan menekan perubahan protein.

Pendekatan proses yang lebih singkat membantu menjaga kualitas bahan baku dan meminimalkan perubahan saat pengolahan berlangsung. 

Oleh karena itu, pengembangan proses ini memberikan pengetahuan baru bagi orang tua bahwa kualitas susu tidak hanya dinilai dari adanya zat gizi tambahan, tetapi juga bagaimana zat gizi tersebut dijaga dari bahan baku hingga produk akhir siap disajikan. 

Walaupun begitu, Arif kembali mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah tetap pilihan terbaik dan harus tetap diutamakan sebagai asupan utama, khususnya untuk bayi usia 0-6 bulan awal kehidupan. Penggunaan susu formula sebagai penunjang hanya disarankan apabila terdapat kondisi medis tertentu. 

Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan serta meneliti kembali komposisi produk secara mendalam guna mengambil keputusan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (rel/gde)

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top