Disebut ‘Paket Komplit’ dan Figur Pemersatu, Prof. Nasaruddin Umar Digadang Pimpin PBNU

IMG-20260707-WA0109
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sebuah wawancara dengan media. ist

DENPASAR-fajarbali.com | Dinamika menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 kian hangat. Salah satu isu strategis yang mulai mengemuka ke publik adalah dorongan kuat dari berbagai kalangan—baik dari unsur struktural maupun kultural NU—agar Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengambil peran lebih besar di jajaran kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa depan.

Aspirasi ini dipandang sebagai sebuah panggilan khidmah untuk menjawab kebutuhan mendasar NU akan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen dan membawa organisasi melangkah lebih maju.

Prof. Nasaruddin Umar dinilai memiliki paket komplit yang dibutuhkan NU saat ini. Sebagai ulama sekaligus akademisi (intelektual), tokoh NU asal Sulawesi Selatan ini diakui memiliki kedalaman ilmu agama dan visi modern yang relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Lebih dari itu, posisi nya sebagai tokoh yang netral dan independen dinilai menjadi modal besar untuk berdiri di atas semua golongan dan faksi yang ada di internal Nahdliyin.

Latar belakangnya yang mengayomi dan mampu diterima oleh semua spektrum perbedaan menjadikannya figur pemersatu yang ideal.

Kepemimpinannya diharapkan mampu mengikis sekat-sekat faksi, sehingga semangat persatuan sesama warga NU kembali menjadi fondasi utama organisasi.
Dorongan agar Imam Besar Masjid Istiqlal ini bersedia memimpin PBNU juga menggema kuat hampir merata secara nasional.

Tokoh kultural NU sekaligus pengamat komunitas Muslim di Bali, H. Mahrusun Hadiyono,, menyatakan bahwa NU ke depan membutuhkan figur yang teduh namun tegas dalam memetakan masa depan umat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top