"Pengobatan dengan jangka waktu yang tidak sebentar tersebut memungkinkan terjadinya ketidakpatuhan pasien dalam minum obat. Sehingga tak jarang pasien berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai yang berakibat pada kegagalan dalam pengobatan. Penderita TB paru yang patuh berobat adalah yang menyelesaikan pengobatan secara teratur dan lengkap tanpa terputus selama enam bulan," terang Parwati.
Lebih lanjut Parwati menuturkan, bahwa pelatihan konseling Motivational Interviewing berbasis Health Belief Model merupakan inovasi baru dalam bidang pengobatan pasien TB yang perlu dikembangkan agar tenaga puskesmas memiliki pengetahuan baru dalam cara pemberian konseling pasien TB Paru, sehingga dapat meningkatkan ketuntasan pengobatan dan kesembuhan penderita TB.
"Kami mengharapkan semua peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin. Pelatihan ini dapat dijadikan sebagai wahana tukar menukar pikiran, pengalaman, dan diskusi serta komunikasi untuk menambah wawasan yang dapat menunjang kelancaran tugas serta pada akhirnya akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," tegasnya. (dha)










