Saat ini, Dinkes Provinsi Bali masih menunggu hasil Swab dari 11 orang pegawai villa. Termasuk juga dengan berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur yang menjadi asal wisatawan. “Kami sudah komunikasi dengan Jatim, tracing Jatim dibilang yang bersangkutan ke Bali tanggal 20 sampai 25 Desember. Kalau waktu 25 Desember memang masuk akal, tapi kalau 11-15 Desember, maka waktu inkubasi sudah lewat,” ungkapnya.
Suarjaya juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Yang terpenting, tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Terlebih saat ini vaksinasi telah gencar dilakukan di Bali. “Selama ini di Bali kan landai, mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus. Sampai saat ini omicron belum terdeteksi di Bali. Tapi kemungkinan untuk masuk, bisa saja. Sebab kita pintu masuk Bali kan terbuka, resiko bisa saja,” pungkasnya. (her)










