Program ini bukan sekadar tempat penitipan anak, melainkan ekosistem pengasuhan terintegrasi yang mendukung orang tua bekerja tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak.
TAMASYA meningkatkan kapasitas pengasuh melalui kelas daring gratis di KERABAT dan pembelajaran mandiri di SiBima Kelas BKB EMAS, menyediakan stimulasi serta pemantauan perkembangan anak yang dilaporkan dalam bentuk rapor tumbuh kembang, serta melibatkan orang tua melalui kelas parenting.
Jika ditemukan hambatan perkembangan, sistem rujukan membantu keluarga terhubung dengan tenaga ahli dan layanan kesehatan yang tepat, memastikan orang tua tidak berjalan sendiri.
Lebih jauh, TAMASYA diharapkan menjadi model pengasuhan berbasis komunitas yang memperhatikan aspek fisik, emosional, hingga kognitif anak, menghadirkan negara di tengah keluarga dan menciptakan lingkungan di mana anak dapat tumbuh bahagia, sementara orang tua—khususnya ibu—tetap dapat berkarya dan menjalankan peran sosial maupun adat.
Menutup Hari Anak Sedunia dengan Komitmen Bersama
Hari Anak Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi ajakan untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh kasih bagi setiap anak Indonesia.
Stunting, wasting, dan rendahnya imunisasi adalah tantangan yang bisa diatasi bila keluarga, pemerintah, dan komunitas bekerja bersama. Pemanfaatan layanan MBG 3B dan TAMASYA menjadi langkah nyata menuju generasi yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh.
Dengan intervensi gizi yang tepat, pengasuhan yang hangat, serta sistem layanan yang terus diperkuat, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.*










