Program Makan Bergizi Gratis dapat diwujudkan melalui pemberian paket makanan tinggi protein serta zat besi, vitamin A, yodium, dan mikronutrien penting lainnya, seperti susu, daging, ikan, dan kacang-kacangan. MBG juga dapat mencakup edukasi gizi yang terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik diet ibu hamil.
Bagi ibu menyusui, intervensi gizi memengaruhi kualitas ASI karena status vitamin A dan karotenoid ibu berhubungan langsung dengan kandungannya dalam ASI. Sehingga dukungan MBG dapat memperkuat tumbuh kembang bayi sejak dini.
Sementara itu, balita non-PAUD—kelompok yang lebih rentan karena tidak terjangkau layanan pendidikan gizi dan aktivitas tambahan—dapat memperoleh manfaat signifikan dari MBG untuk menutup kesenjangan akses nutrisi dan memastikan mereka tetap mendapat asupan memadai.
Dengan rangkaian intervensi ini, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD tidak tertinggal dalam perjalanan menuju pembentukan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Peran TAMASYA: Menguatkan Pengasuhan, Stimulasi, dan Tumbuh Kembang Anak
WHO dan UNICEF melalui Nurturing Care Framework menekankan lima pilar penting untuk tumbuh kembang optimal: kesehatan, gizi, keamanan, pengasuhan responsif, dan stimulasi dini.
Artinya, ketersediaan layanan pengasuhan berkualitas di luar pusat kota bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi fondasi penting bagi perkembangan anak usia dini.
Dalam konteks itu, Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) hadir sebagai secercah cahaya bagi para ibu yang perlu menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan bahkan kewajiban adat.










