Bank sentral, misalnya, bertugas mengelola cadangan devisa untuk memastikan stabilitas nilai tukar dan likuiditas internasional yang diperlukan untuk membiayai impor barang atau membayar utang luar negeri.
Devisa sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Devisa memainkan peran kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas ekspor, daya beli, dan investasi.
Negara-negara dengan cadangan devisa yang kuat memiliki kemampuan lebih besar untuk mendanai proyek-proyek pembangunan, menjaga stabilitas nilai tukar, dan menghadapi krisis ekonomi global.
Secara makro, peningkatan devisa berarti adanya surplus perdagangan atau ekspor bersih yang positif, yang langsung tercermin dalam peningkatan PDB.
Negara yang berhasil mengelola sektor-sektor penghasil devisa seperti pariwisata, ekspor, dan investasi asing secara efektif, akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam perekonomian global.
Jadi kesimpulannya adalah, devisa merupakan pendapatan negara yang dihasilkan dari aktivitas ekonomi lintas batas, seperti ekspor, pariwisata, dan investasi asing.
Berbeda dari pendapatan pemerintah, devisa dihitung dalam komponen Produk Domestik Bruto (PDB) dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Oleh karena itu, pengelolaan devisa yang baik sangat penting untuk memastikan keseimbangan dalam perekonomian, serta menjaga stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa yang memadai.
Penulis: Prof. Dr. IB Raka Suardana.










